17BR-House-by-ONGONG-30

Dalam membeli properti bertingkat jangan hanya mengutamakan soal harga saja tapi Anda juga harus mempertimbangkan masalah lokasi, status tanah, fasilitas hingga keaktifan asosiasi dalam mengelola perkembangan properti bertingkat.

Tinggal dan menempati properti bertingkat seperti apartemen memberikan beberapa keuntungan. Terlebih bagi Anda yang senang melihat pemandangan saat bangun pagi atau cahaya lampu di malam hari. Menikmati panorama, berdekatan dengan tempat kerja hingga memperoleh fasilitas bergaya resor jadi bagian ketika memilih properti bertingkat sebagai tempat hunian.

Apabila Anda sedang mencari properti bertingkat dalam waktu dekat ini, baik untuk membeli atau menyewa perhatikan 10 hal di bawah ini:

1. Lokasi
Frasa ini rasanya sudah lumrah. Mau membeli properti bertingkat atau tidak, persoalan lokasi selalu menjadi faktor utama ketika hendak menempati unit hunian. Terutama apartemen. Pastikan Anda membeli apartemen yang memiliki nilai prospek bagus berdasar lokasinya. Sehingga harganya tidak akan jatuh drastis ketika suatu saat Anda berniat untuk menjualnya. Dan cari tahu apakah apartemen yang hendak dibeli banjir peminat atau tidak.

Cari tahu juga fasilitas apa yang terdapat di sekitar apartemen pilihan Anda. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan? Jika Anda tidak mau terjebak kemacetan dan menghabiskan waktu di jalanan berjam-jam ketika berangkat kerja, sebaiknya pilih apartemen yang lokasinya dekat dengan kantor. Atau Anda lebih memilih apartemen yang lokasinya berseberangan dengan pusat perbelanjaan dan tempat makan? Atau Anda lebih bahagia jika pilih apartemen yang berlokasi di daerah perumahan elite?

Selain lokasi apartemen, lokasi lantai di properti bertingkat itu sendiri perlu jadi pertimbangan. Seandainya Anda sudah memiliki anak atau tinggal bersama lansia, pilih unit di lantai rendah. Tujuannya agar keamanan anak-anak Anda tetap terjaga dan tak perlu menunggu lama untuk antre lift. Di samping itu, jika lift apartemen sedang bermasalah, Anda bisa memanfaatkan tangga darurat. Namun, jika Anda masih tinggal sendiri dan mau menikmati pemandangan saat pagi dan malam hari, bisa memilih unit di lantai teratas.

2. Status Tanah
Aspek lain yang perlu Anda perhatikan adalah status tanah dari properti bertingkat itu sendiri. Apakah status tanahnya berada di bawah  residensial atau komersial. Apabila status tanahnya berada dalam golongan komersial, maka nilai taksiran dan tagihan biaya-biaya untuk keperluan seperti listrik, air, kebersihan akan lebih tinggi dibanding yang berstatus residensial.

3. Area Parkir
Faktor yang wajib jadi pertimbangan Anda adalah tempat parkir. Mayoritas apartemen di kota-kota besar hanya memberikan satu lahan parkir yang mampu menampung satu mobil saja per unit. Jika Anda memiliki lebih dari dua mobil maka siap-siap mengeluarkan kocek tambahan lagi untuk menyewa lahan parkir.

Anda juga harus mencari tahu apakah area parkir di apartemen yang jadi pilihan Anda berada dalam penanganan keamanan yang ketat atau tidak? Adakah petugas sekuriti yang menjaga area parkir ini selama 24 jam? Apakah area parkirnya berada di lokasi yang tinggi atau underground?

Sebaiknya, Anda memilih unit parkir yang berdekatan dengan lift jika tinggal bersama anak atau orang tua Anda. Sehingga mereka tetap aman dan nyaman ketika berjalan menuju lift.

4. Fasilitas
Seandainya Anda mengutamakan keberadaan fasilitas maka carilah apartemen sebagai pilihan properti bertingkat, dan bukan residensial. Umumnya properti bertingkat yang terletak di kawasan perumahan seperti resident tidak menyediakan itu.

Ada banyak apartemen yang menawarkan fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran , taman bermain anak hingga ruang serbaguna untuk menunjang berbagai kebutuhan penggunanya. Meski demikian, jika Anda membeli properti sub-sale akan sangat bijaksana untuk memeriksa setiap kondisi fasilitas-fasilitas yang tersedia. Anda tentu tak akan mau membayar biaya keanggotaan di pusat kebugaran jika alat-alatnya banyak yang rusak, bukan?

5. Asuransi
Secara otomatis bangunan properti yang Anda tempati sudah diasuransikan oleh pihak pengembang. Namun, untuk perlengkapan dan peralatan Anda di dalam apartemen harus diasuransikan sendiri karena bukan tanggung jawab pihak pengembang. Anda bisa mencari asuransi yang memproteksi keseluruhan unit dan isinya. Pun jika terjadi kebakaran pada unit tetangga dan Anda terkena dampaknya, bisa diproteksi secara keseluruhan.

6. Pemandangan
Jika Anda hendak membeli apartemen untuk dijadikan investasi maka pilihlah yang bisa menyuguhkan pemandangan indah dari balkon. Harga jualnya pun bisa berbeda beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah. Bayangkan jika saat terbangun dari apartemen disambut tugu Monas atau kelap-kelip lampu di sekitar patung Bundaran HI dari jendela balkon.Siapa yang tidak tertarik?

Bila Anda memilih untuk membeli puncak teratas dari apartemen agar bisa puas menikmati pemandangan kota maka pastikan material jendela terbuat dari bahan yang kokoh. framenya juga harus terbuat dari material yang tahan lama dan mampu menahan beban angin.

7. Keamanan
Ketika hendak membeli properti bertingkat wajib memerhatikan soal keamanan. Terlebih jika Anda berniat menempatinya bersama keluarga kecil Anda. Hal-hal yang harus Anda tanyakan pada pihak penjual adalah apakah apartemen selalu dijaga dengan ketat? Ada berapa banyak petugas sekuriti yang berpatroli setiap harinya? Apakah mereka berjaga selama 24 jam? Bila Anda pernah mendengar terjadi pencurian atau perampokan di apartemen maupun kawasan sekitarnya maka hindari untuk membelinya.

8. Kepadatan
Hindari membeli apartemen yang terlalu penuh dengan penghuni. Kepadatan ini bisa menimbulkan antrean lift yang terlalu lama, susah mencari lahan parkir, dan kemacetan saat mau keluar masuk apartemen. Di samping itu tempat hunian yang terlalu padat memacu timbulnya kebisingan. Untuk menemukan kenyamanan tak ada salahnya mengeluarkan biaya lebih demi memperoleh eksklusivitas.

9. Biaya Perawatan
Bagi properti bertingkat, biaya pemeliharaan akan dikenakan pada setiap penghuni per bulannya, per 3 bulan atau per tahun. Biaya tersebut dipergunakan untuk perbaikan gedung atau renovasi. Biaya pemeliharaan ini bisa lebih mahal jika usia bangunan sudah tua. Dan ada kemungkinan biayanya selalu naik per tahun.

Biaya pemeliharaan umumnya meliputi biaya kebersihan, keamanan, perawatan gedung, dan taman. Ada juga apartemen yang memasukkan TV cable dalam biaya pemeliharaan. Untuk besar biaya ini berdasarkan luas apartemen yang Anda miliki. Misalnya, Anda tinggal di apartemen berukuran 30m² dan biaya pemeliharaan apartemen Anda Rp 7500 / m², maka biaya yang harus dikeluarkan adalah Rp7500 x 30m² = Rp. 225.000.

Sebagai gambaran, di Kalibata City mengenakan biaya Rp. 2,5 juta per tahun.

10. Keaktifan Asosiasi
Di Indonesia, asosiasi yang mengurusi perihal keberadaan apartemen dan perumahan adalah Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI). Anda harus mengecek seberapa aktif mereka dalam mengembangkan dan memelihara bangunan apartemen.

Sebelum membeli apartemen, Anda harus tahu apa motif dan tujuan asosiasi saat membangun sebuah apartemen. Hal ini bermanfaat untuk mengetahui perbaikan dan pembaruan apa yang akan dilakukan asosiasi untuk kemajuan apartemen. Anda bisa bertanya kapan mereka akan melakukan pengecatan pada koridor atau halaman apartemen untuk mengubah suasana dan terhindar dari kesan kusam.

Membeli properti bertingkat sama halnya dengan properti lainnya. Jika memang Anda hendak membelinya untuk investasi pertimbangan ini wajib dijalankan. Pun bila ingin menempatinya sebagai hunian, pertimbangan ini bisa jadi panduan agar memperoleh tempat tinggal yang nyaman dan aman.                       (sumber aturduit)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *