Merebaknya sharing lifestyle atau collaborative lifestyle menghasilkan “mahluk baru” yang saya sebut “Generasi We” atau biar pendek saya sebut “Wetizen”. Wetizen adalah generasi yang peduli. Peduli akan kian kurusnya bumi oleh kerakusan manusia dalam mengonsumsi sumberdaya. Kepedulian ini memicu konsep sharing economy atau collaborative consumption yang marak 10 tahun terakhir. Konsep ini memicu kesadaran untuk berbagi sumberdaya untuk mengurangi eksploitasi berlebihan terhadap bumi yang kita diami.

Berkat konsep ini penggunaan sumber daya yang ada bisa menjadi lebih irit dan efisien karena dipakai bersama melalui inovasi-inovasi platform berbasis sharing. Generasi masa depan adalah generasi WE (wetizen) yang peduli, bukan generasi ME (metizen) yang selfish. Bagaimana prospek wetizen di Indonesia? Kantor saya Inventure mencoba membuat kajian mengenai hal ini. Berikut ini ringkasannya.

The New Face of “Saweran”
Crowdfunding marak di tanah air. Sharing platform memungkinkan kita menggalang dana untuk merealisasikan proyek impian. Tak ketinggalan dari negara maju, para wetizen di Jakarta dan kota-kota besar lain di tanah air, berlomba menginisiasi corwdfunding untuk mewujudkan proyek-proyek bersama baik untuk tujuan profit maupun non-profit.

Beberapa proyek crowdfunding dibesut oleh para wetizen tanah air seperti Kitabisa, Wujudkan, dan Ayopeduli. Semua mengemban misi yang sama, yaitu memudahkan wetizen mengakses dana dari masyarakat luas yang tertarik atau ingin menjadi bagian dari mimpi, ide, dan harapan mereka. Crowdfunding bakal marak di tanah air karena by-default kita adalah budaya masyarakat kita adalah komunal yang suka saling tolong-menolong dan gotong-royong. Ingat, crowdfunding itu Indonesia banget!

Towards a Sustainable Co-housing Community
Seiring tumbuhnya kelas menengah dengan pendapatan yang semakin meningkat, kebutuhan memiliki rumah tak terelakkan lagi. Namun, dengan harga properti yang setiap tahun naik gila-gilaan, mendapatkan hunian di lingkungan yang nyaman dan akses yang terjangkau semakin susah didapatkan. Hal ini menimbulkan inisiatif co-housing di kalangan para wetizen.

Secara umum, konsep co-housing adalah membuat sebuah komunitas yang dibentuk berdasarkan rencana bangun-lingkungan-hunian yang akan dinikmati bersama. Komunitas ini merencanakan klaster hunian bersama-sama, mulai dari mencari lahan/lokasi yang cocok, desain arsitektur, hingga pendanaan. Di Jakarta, beberapa co-housing community sudah terbentuk, salah satunya diinisiasi oleh DFhousing. Komunitas ini juga telah melebarkan sayap hingga Surabaya dan Yogyakarta. Ke depan platform co-housing dapat menjadi gaya hidup baru serta solusi dalam membantu pemerintah memaksimalkan ruang kota.

(SUMBER – blog yuswohadi)

Kita sebagai developer yg exsis di kota depok, dengan komitmen yang sudah sejak lama kita bangun hingga hari ini, kami ingin membuat sebuah differensiasi yang belum banyak dilakukan oleh developer lain di kota jabodetabek. apa itu ?  yes… co housing.

sebagai informasi, saya buatkan beberapa point, peta lokasi – rencana co housing :

https://www.google.co.id/maps/@-6.3459265,106.8223095,3a,60y,149.64h,78.68t/data=!3m6!1e1!3m4!1sIQdYgjJOngz38ncn4oE7dw!2e0!7i13312!8i6656?hl=id

informasi desain DENAH – TIPE BANGUNAN  – LUAS KAVLING disini

DENAH RUMAH – TOWNHOUSE SRENGSENG SAWAH DENAH TIAP RUMAH- DETAIL SITEPLAN KESELURUHAN

foto rumah ? depan

ada banyak project yg sudah kita bangun, desain rumah dibuat sederhana namun tetap cantik.

kualitas bangunan premium, seperti di beberapa lokasi perumahan yg kita bangun. klik disini

untuk konsep co housing town house ini, jauh di bawah dari segi harga untuk memiliki

dan mendapatkan luas tanah yang sangat luas, dan tipe bangunan yg cukup. jika belum cukup, bisa di tambah luas krn sisa tanah masih luas.

sarat dan ketentuan jika ingin miliki townh house konsep co housing ini:

– INCOME GABUNGAN SUAMI + ISTRI (minimal 25 JUTA) dan tidak ada angsuran apapun. jika ada angsuran, setelah di kurangi angsuran yg ada, sisa gaji minimal 25 juta.

– MEMPERSIAPKAN SARAT KPR LENGKAP

– TIDAK KENA BI CEKING BURUK

– MEMPERSIAPKAN DANA DP MINIMAL 350 JUTA (TUNAI) untuk mengunci luas kapling 126,5 meter.

– SISTEM SURAT SERTIFIKAT ADA DI NOTARIS TERPERCAYA

– IJIN BANGUNAN – DI URUS PIHAK NOTARIS TERPERCAYA

– PEMBANGUNAN OLEH KAMI, DEVELOPER/ KONTRAKTOR EXPERT

lalu untuk dapetin RUMAH INI, HARGA BERAPA ? 1 MILYARAN SAJA.

JIKA DIHITUNG KOMPOSISI TANAH SUDAH 859 JUTA

JIKA DI HITUNG BANGUNAN SUDAH 350 JUTA

JIKA DI HITUNG PECAH SERTIFIKAT DAN IMB SUDAH 30 JUTA

BIAYA KOMPENSASI KE WARGA SEKELILING 5 JUTA

KOMPONEN PAJAK DKI SUDAH 30 JUTA

BIAYA ORMAS DAN LINGKUNGAN HINGGA 24 JUTA

BERAPA HARGA UNTUK MEMILIKI RUMAH MEWAH DENGAN LUAS IDEAL INI??

HANYA 1,29 MILYAR SAJA. IYA.. 1,29 M. (ini jika konsep co housing)

HARGA PEMBANDING TERDEKAT, DENGAN LUAS KAVLING YANG SAMA:

terdekat dari lokasi ada beberpa townhouse, termurah dengan harga 2 milyar.TERBANYAK, DENGAN LUAS DIATAS 120 METER ADALAH 2,5 MILYAR. (bisa di cek ke lapangan langsung survey, jangan hanya di Market place, karena di Marketplace cenderung beda dengan di lapangan)

iya hanya… 2 MILYAR RUPIAH. (ini jika konsep bukan co housing)

 

 

 

 

 

__________________________________________________________________________________

info lebih lanjut bisa ke WA 085729504781

(yang memenuhi sarat, akan dimasukan GROUP WA – TERBATAS UNTUK 3 UNIT KONSEP CO HOUSING)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *