Dinding pemisah atau yang biasa disebut dengan sekat (partisi) merupakan elemen pembagi ruang yang memisahkan dua ruang. Sehingga secara tidak langsung terasa batasan antara suatu ruangan. Namun untuk memakainya, perlu melihat fungsi dari partisi yang akan digunakan. Dalam fungsinya, penerapan bisa diselaraskan dengan keperluan dan kebutuhan penghuni rumah.

Namun kehadiran rumah tanpa sekat atau partisi dapat menjadi alternatif kreatif untuk menyiasati banyaknya kebutuhan ruang di atas lahan terbatas atau karena keinginan pemilik rumah untuk membuat penataan ruang terasa lebih luas. Seperti ruang minimalis yang terbatas akan lahan. Tentunya penggunaan sekat yang berlebih akan membuat ruang kian sumpek dan sempit. Sebaliknya, ruang minimalis dan terbatas kian terlihat lebih segar tanpa sekat.”Pengertian ruang tanpa sekat merupakan ruang dalam ruang. Maksudnya di dalam skala ruang yang lebih besar terdapat skala ruang yang lebih kecil. Namun fungsi dinding pemisah tersebut dapat digunakan bila ruang membutuhkan privasi di mana secara visual tidak terlihat dan suara tidak terdengar,” ucap interior desainer Andri Wardhana.

Interior Desain Minimalis Tampak Luas Tanpa Sekat

Menurut sang desainer interior, sekat yang biasanya digunakan terdiri dari sekat yang full berupa gypsum maupun dinding. Atau semisekat yaitu dengan cara membatasi ruangan dengan sekat semi transparan jadi bisa terlihat atau tidak. “Dalam penerapan sekat itu bervariasi dapat dengan gypsum yang dimodel atau dengan sketsel. Terpenting fungsinya dapat membedakan antara satu ruang dengan ruang lain,”

Umumnya ruang yang biasa tidak menggunakan penyekat adalah ruang keluarga dan ruang tidur. “Sebenarnya sekat dapat digunakan di semua ruang. Hanya biasanya sekat digunakan di ruang tamu dengan ruang keluarga, serta ruang tidur yang dilengkapi dengan walk in closet, kamar ganti dan kamar mandi,” tambahnya.

Adapun kehadiran furniture dalam ruang dapat membentuk penataan interior. Namun minimnya mebel atau ornamen dimaksudkan untuk memberi ruang gerak yang cukup lapang agar terasa leluasa bagi orang yang beraktivitas di dalamnya.  Penataan cermin yang lebar di tempat-tempat yang memungkinkan, dapat dilakukan untuk menyiasati ketersediaan ruangan yang terbatas.  Selain itu, untuk menyiasati keadaan tersebut dapat dengan cara menggunakan sekat atau jendela tembus pandang. Kini interior ruang dengan desain minimalis tetap bisa tampil manis dan lega tanpa sekat / partisi yang berlebih. Ingat! Penggunaan furniture dan ornament pada desain ruang interior minimalis juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. Hal ini agar ruang tetap lega dan bersih. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>