Para pekerja swasta maupun PNS bakal dikenakan potongan dana kepesertaan pegawai (potongan gaji) untuk Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) sebesar 3% dari penghasilan setiap bulan. DPR dan pemerintah telah menyetujui pemotongan 3% yang merupakan salah satu poin pembahasan Rancangan Undang-undang tentang Tapera.

Deputi Pembiayaan Perumahan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Sri Hartoyo mengatakan pungutan sebesar 3% Tapera tersebut terbagi atas 0,5% kontribusi pemberi kerja dan 2,5% kontribusi pekerja (swasta/PNS) sehingga total pungutan 3%.

“Pada prinsipnya DPR sepakat dengan soal besaran simpanan Tapera sebesar 3% yang terdiri dari pekerja 2,5% dan kontribusi pemberi kerja (perusahaan/pemerintah) pada tahap awal 0,5% yang akan dinaikkan secara bertahap hingga 2,5% yang disesuaikan kondisi perekonomian nasional,” katanya kepada detikFinance, Sabtu (21/12/2013)

Hartoyo mengatakan mengenai potensi dana perumahan yang terkumpul memang belum bisa disampaikan, namun diperkirakan akan mencapai triliunan rupiah dalam beberapa tahun.

“Potensinya sedang dianalisa kembali,” kata Hartoyo.

Hartoyo mengatakan jalan menuju pengesahan UU Tapera hanya tinggal selangkah lagi. Harapannya pada awal tahun depan UU yang dinanti sejak lama ini bisa segera disahkan oleh DPR.

“Mudah-mudahan RUU ini dapat disahkan di masa sidang berikutnya yang akan dimulai lagi minggu kedua Januari 2014,” katanya.

_________________________________________________________________

Nah, apakah anda PNS atau pegawai swasta?

Potongan gaji ini bisa jadi sebuah solusi, bagi mereka yg gaji nya pas-pasan, tapi bagi yang kerja sebagai pedagang informal gimana? mereka masih menunggu solusi dari pemerintah. Krn, mereka masih galau, mau kredit tidak bisa di acc oleh bank karena tidak bankable. Dihitung dari segi kemampuan bayar, mereka siap dan ada.

Andai saja, ada lembaga non perbankan yang mau mengelola dan mewadahi mereka para pedagang informal, akan sangat membantu untuk mewujudkan rumah hunian yang layak.

Silahkan perhatikan di beberapa daerah, penjualan mobil meningkat tajam, kerena promosi yang tiap hari jor-joran. sedangkan minat untuk beli rumah sangat rendah, Dukungan dari pemerintah setempat pun tidak ada dan cenderung lepas tangan karena memang belum ada badan / instansi yang mengatur tentang kebutuhan rumah dan perumahan di daerah.

Ini tugas kami…. iya tugas bersama…. Kita bantu mewujudkan hunian yang layak dan terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *