Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diatur dengan tegas bahwa menyewakan barang milik orang lain adalah batal. Ini berbeda dengan pengaturan jual beli yang secara jelas mengatakan bahwa jual beli barang orang lain adalah batal, yang berarti seseorang tidak boleh menjual barang yang bukan miliknya.

Akan tetapi, karena harta bersama ini belum dibagi, maka yang berhak untuk melakukan tindakan hukum atas harta tersebut adalah si mantan suami bersama-sama dengan si mantan istri. Jika hanya mantan istri yang menyewakan rumah tersebut, maka ada kemungkinan mantan suami akan memperkarakan hal ini yang berakibat pada terganggunya penyewa dalam memakai rumah tersebut. Atas gangguan ini, penyewa dapat meminta pengurangan harga sewa.

Penjelasan selengkapnya silakan baca ulasan di bawah ini.

Kami, akan berusaha membagi jawaban atas pertanyaan yang di kami terima. contohnya seperti pertanyaan diatas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *