Ada beberapa ciri-ciri yang membedakan apakah utang tersebut produktif atau tidak. Pertama, utang tersebut memberikan nilai tambah atas aset yang Anda miliki saat ini. Nilai tambah tersebut dikemudian hari dapat memberikan tambahan keuntungan bagi Anda bila terjadi penjualan. Contohnya, Anda membeli sebidang tanah untuk investasi melalui fasilitas KPR. Sepuluh tahun kemudian, Anda menjual tanah tersebut dengan kenaikan nilai (capital gain) sebesar 50%. Total keuntungan Anda adalah harga jual bersih dikurangi biaya kredit dan cicilan pokok.

Kedua, utang digunakan untuk membeli bahan pokok yang kemudian diolah menjadi sebuah barang jadi. Mungkin tanpa berhutang, Anda tidak memiliki modal yang cukup untuk memulai suatu usaha. Sehingga, ini juga termasuk utang produktif.

Ketiga, utang dapat dibayarkan melalui keuntungan yang diperoleh atas modal yang dibeli dengan utang. Misalnya Anda membangun rumah kost dengan fasilitas KPR. Bila usaha Anda berjalan baik, maka Anda dapat membayar cicilan pokok dan bunga dengan penerimaan sewa kost.

Tips cerdas mengelola utang

Sebelum berutang produktif, pastikan Anda telah mengevaluasi hal-hal berikut ini;

  • Payback Period: analisa ini memberikan ilustrasi kapan investasi Anda akan balik modal. 1 tahun, 2 tahun, atau 5 tahun kah? Anda patut mengetahuinya karena artinya Anda belum dapat menikmati keuntungan sampai investasi Anda balik modal.
  • Tingkat Pengembalian: berapakah tingkat pengembalian dari investasi Anda? Bila modal anda Rp. 100 juta dan keuntungan yang didapat adalah Rp. 30 juta, maka tingkat pengembalian modal adalah 30%.
  • Arus kas: Anda harus memiliki arus kas yang sehat untuk membayar utang setiap bulan. Ingatlah bahwa arus kas haruslah berasal dari hasil usaha Anda.
  • Metode perhitungan bunga: tanyakan kepada bank tempat Anda berutang, metode perhitungan bunga apa yang digunakan. Sebisa mungkin negosiasikan untuk mendapat tingkat bunga efektif.

Jadi, sudah paham kan bedanya antara utang produktif dengan non-produktif?

Membangun passive income lewat kost-kostan? Gabung di #KostJamaah > disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *