Jakarta masuk dalam daftar kota berkembang dan kota tujuan investasi terbaik se-Asia Pasifik menurut Urban Land Institute. Namun, studi terakhir yang mereka lakukan juga menangkap beberapa ironi yang terjadi.
 
Hasil survei Urban Land Institute bertajuk ‘Emerging Trend’ yang diterima oleh PropertyGuru Group hari ini (27/2) menunjukkan, dalam dua tahun terakhir, Jakarta menjadi magnet para investor asing untuk bermain di kawasan yang sebelumnya tidak dikenal. Potensi pasar domestik yang gemuk, sumber daya alam melimpah, dan tidak meratanya industri serta infrastruktur menjadi daya tarik tersendiri.
 
Pemain agresif itu berlomba-lomba menjejakkan kaki mereka ke kota yang sempat bernama Jayakarta ini. Hal itu terlihat dari aliran investasi real estat yang mencapai USD660,5 juta, atau setara Rp6,410 triliun di 2011 lalu. Selain itu, terjadi kenaikan investasi asing (foreign direct investment/FDI) secara signifikan sebesar 39%, dan kenaikan tarif sewa kantor yang mencapai 29% pada tahun lalu.
 
Meski demikian, tidak sedikit dari investor asing yang lalu beranjak meninggalkan kota penuh harapan ini. Isu penegakan hukum dan korupsi dinilai menjadi salah satu pemicunya. Bahkan, perwakilan pengembang asing yang sempat tertarik masuk ke Jakarta mengemukakan, mereka tidak dapat menemukan lahan yang tidak bersengketa di kota yang dipimpin oleh Joko Widodo ini.

Jakarta dinobatkan menjadi lokasi investasi properti paling favorit di 2013 menurut  laporan  “Emerging Trends in Real Estate Asia Pasific 2013” yang dilansir Urban Land Institute (ULI) dan PricewaterhouseCoopers (PwC). Posisi Jakarta naik signifikan dari urutan ke-11 di 2012 lalu.

Laporan  “Emerging Trends in Real Estate Asia Pacific 2013” dibuat didasarkan pendapat lebih dari 400 profesional real estat internasional ternama, termasuk investor, pengembang, perwakilan perusahaan properti, pemberi pinjaman, broker, dan konsultan.

Selain transaksi bisnis di Jakarta yang dianggap lebih mudah dan transparan, tingkat inflasi Indonesia yang stabil, PDB yang terus berkembang sebesar 6,5% per tahun, dan investasi asing langsung (FDI) yang meningkat 39% di semester pertama 2012 menjadi indikator menguatnya posisi Jakarta di mata investor.

Shanghai duduk di tempat kedua, atau di posisi yang sama selama dua tahun terakhir. Sementara, posisi Singapura jatuh dari peringkat teratas menjadi peringkat ketiga.

Sydney turun ke posisi keempat, dari posisi ketiga tahun lalu.  Sedangkan, Kuala Lumpur duduk di posisi kelima, atau naik signifikan dari peringkat ke-17 tahun lalu. Ada dua faktor utama yang membuat Indonesia menjadi favorit pilihan investor internasional:

Pertama adalah pull-factor, dimana pasar Indonesia tumbuh pesat dan merupakan pasar terbesar di ASEAN yang dimotori oleh kelas menengah yang terus tumbuh pesat dengan daya beli yang terus naik secara signifikan. Di sisi lain, konsistensi pemerintah dalam menggenjot infrastruktur melalui program MP3EI juga ikut mendorong pertumbuhan ini.

Kedua adalah push-factor, dimana kondisi ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa yang tidak kunjung membaik. Hal ini membuat para investor dunia cenderung mengalihkan dananya ke wilayah Asia Pasifik, salah satu pilihan yang menarik adalah Indonesia, terutama kota besar seperti Jakarta.

pemerintah dan para stakeholder dunia usaha harus tetap bisa menjaga dan mempertahankan situasi yang sudah cukup kondusif ini di semua aspek serta tetap konsisten dalam program pembangunan yang berkelanjutan serta menghapus birokrasi dan regulasi yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan dunia usaha.

Sumber: detik, rumah com, dan berbagai sumber lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *