cerita dari salah satu teman saya, yaitu ketika Gempa di Jogja sekian tahun lalu. di hari itu guncangan gempa jogya cukup besar dan tidak sedikit bangunan dan alat di dalam nya yang mengalami kerusakan. salahsatunya adalah alat milik teman saya sebut saja si A.

Alat si A ini adalah pemilik layar monitor yang baru saja dibeli beberapa bulan sebelum kejadian gempa jogya, karena bingung harus bagaimana mengerjakan skripsi setelah monitor rusak akirnya bertanya kesana kesini masalah garansi barang tersebut, nah akhirnya kami sarankan si A coba dulu tanya ke Toko, mungkin saja jika masih bergaransi masih bisa diganti barang yang baru.

mungkin terlalu egois, karena ketika musibah terjadi, semua toko juga terkena musibah, bukan hanya si A saja. dengan bermodalkan struk pembelian monitor akhirnya bertanya ke toko tersebut, tentang kerusakan monitor yang terkena reruntuhan bangunan. alhasil, setelah pemilik toko berdiskusi dengan para supliyer, memutuskan untuk mengganti baru layar monitor tersebut tanpa membayar.

akhirnya si A mengambil layar monitor yang rusak tersebut untuk dikembalikan ke toko, lalu diganti dengan layar monitor yang baru dengan harga yang sama. hanya memberi uang tip untuk si penjaga toko.

____________________________________________________________________________________

kasus yang lain terjadi pada pemilik rumah yang sudah 3 bulan serah terima rumah dan sudah dipakai / dihuni sejak serah terima barang tersebut, sejak serah terima rumah tersebut tidak ada masalah yg serius dalam komplain, hanya masalah kecil yang gampang untuk ditangani tanpa mengeluarkan biaya.

Nah, masalah muncul ketika setelah 3 bulan bahwa mesin air dalam rumah tersebut mengalami kerusakan / macet / atau salah satu hal, si pemilik rumah (Sebut saja si A), memutuskan untuk membeli mesin air baru dengan harga yang lebih mahal dari mesin air yang ada (dari si penjual rumah), kita sebut saja mesin air baru (dari si penjual rumah bernilai 2 juta) dan mesin air yang baru dibeli oleh si A bernilai 5 juta.

masalah muncul ketika si A ini mengajukan refund dana mesin air yang rusak tadi kepada penjual rumah dengan nilai 5 juta (harga beli si A), dan mesin air yang bernilai 2 juta tadi diambil / dijual kepada pihak lain (Sebut saja tukang penerima barang bekas).

jika si A ingin merefund dana, seharusnya bukan mengajukan senilai 5 juta, mestinya hanya 2 juta senilai (harga beli) dengan dikurangi masa pemakaian selama beberapa bulan (Sebut saja pemakaian 3 bulan dikurangi 200 ribu rupiah), jadi si A meng claim barang yang 2 juta dengan claim 2 juta juga, bukan si A claim barang 2 juta dengan nilai 5 juta. jelas ini kurang tepat.

selain kesesuain claim refund dana, barang tersebut harus dikembalikan kepada (si penjual rumah) dalam kondisi rusak atau seperti apa adanya. bukan malah menjual / memberikan kepada pihak lain.

ada solusi yang lain, misalnya, mesin air senilai 2 juta ini di servis, mungkin hanya membutuhkan biaya engga sampai juta an,  solusi lainnya lagi yaitu diganti dengan mesin yang baru dengan nilai yang sama (tanpa si A membayar uang), dan mesin air yang lama dikembalikan (ke penjual rumah).

wel.. jadilah pembeli yang smart dan memahami logika dalam membeli – mengajukan claim atas barang yang sudah anda terima.

semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *