Besar pasak dari pada tiang. Pepatah ini sepertinya cocok menggambarkan kondisi keuangan kaum urban, khususnya yang masih single. Oleh karenanya Anda perlu melakukan penghematan, untuk menghindari tagihan kartu kredit yang membengkak.

Mencatat rencana pengeluaran untuk bulan depannya merupakan hal pertama yang dapat Anda lakukan. Dengan adanya rencana tersebut Anda bisa melihat apa saja yang menjadi kebutuhan dan berpikir ulang untuk membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Selain itu, menurut situs Womans Day hanya dengan mengatur isi dompet, Anda bisa melakukan penghematan. Ini dia langkah-langkahnya.

1. Sortir Slot Kartu Kredit
Saat ini banyak wanita yang terbiasa membayar berbagai macam keperluannya dengan kartu kredit ketimbang dengan uang tunai. Bahkan, sebagian dari mereka memiliki kartu kredit lebih dari satu. Setelah yang satu sudah overlimit maka akan ada dua atau tiga kartu kredit lainnya yang bisa mereka pergunakan. Tak heran bila tagihan kartu kredit mereka mulai membengkak. Jadi sebaiknya Anda cukup sediakan satu kartu kredit saja dengan limit yang lebih rendah dari penghasilan Anda. Ini penting untuk menghindari pengeluaran yang berlebihan.

2. Pilihlah Kartu Kredit yang Tepat
Pandai-pandailah dalam memilih kartu kredit. Jangan sampai Anda tertipu dengan iming-iming suku bunga yang rendah. Anda harus tetap memperhatikan syarat dan ketentuannya. Bagi Anda yang telah memiliki kartu ajaib ini coba hitung nilai kreditnya. Bila lebih dari 11%, maka Anda bisa meminta pihak bank untuk menurunkannya dengan kesepakatan. Sedangkan untuk kartu kredit yang ditawarkan oleh pusat perbelanjaan, sebaiknya Anda buang saja. Walaupun mereka menawarkan potongan harga, namun bunga yang dikenakan kepada Anda cukup besar. Belum lagi biaya yang harus dibayar ketika jatuh tempo lebih besar daripada kartu-kartu lainnya.

3. Bijaksanalah dalam Menggunakan Kartu Debit
Sebenarnya bukan hanya kartu debit, tetapi juga harus bijaksana dalam menggunakan segala bentuk uang Anda. Dengan kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan kartu debit, seringkali Anda menggunakannya secara tidak terkontrol. Maka dari itu, sebaiknya catatlah apa saja yang Anda butuhkan, dan berpikir ulang sebelum memutuskan untuk membeli barang-barang yang tidak diperlukan.

4. Bawa Uang dalam Pecahan yang Besar
Sebuah studi yang dilakukan di University of Maryland mengungkapkan bahwa orang cenderung berpikir dua kali ketika harus membeli sesuatu dengan pecahan uang dalam jumlah yang besar. Ketika Anda ingin membeli barang yang harganya Rp 20 ribu dan uang yang ada di dompet adalah Rp 100 ribu, kemungkinan besar yang terjadi adalah Anda merasa tidak rela untuk membayarnya. Membayar dengan uang tunai akan lebih membuat Anda berhati-hati ketimbang dengan kartu kredit atau debit.

5. Menyimpan Uang Kembalian di Kantong Terpisah
Cara berhemat berikutnya adalah tidak memasukan uang kembalian ke dalam dompet. Bukan hanya ditaruh ke dalam kantong terpisah, tetapi juga tidak diperbolehkan untuk dipakai. Dengan demikian setiap uang kembalian dapat ditabung dan pengeluaran Anda lebih terkontrol.

6. Alokasikan pengeluaran yang rutin dan budgeting hal-hal yang tak terduga. Selalu berpikirlah pemasukan, tidak melulu memikirkan penghematan.

7. Semua agama mengajarkan berbagai, maka alokasikan budget yang sesuai untuk berbagai.

Ikut gabung di komunitas INVESTOR KOST JAMAAH ? Patungan 80 juta-an sudah bisa menikmati income diatas bunga deposito / bulan. klik disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *