Selamat tahun baru 2014 teman-teman. Kali ini kami akan membahas topik mengenai pinjaman ke bank. Setiap pelaku usaha pasti ingin usahanya berkembang, salah satu caranya dengan menambah modal (dalam bentuk uang tentunya). Apabila teman-teman yang baru mulai usaha, sebaiknya baca dulu ya, kami tidak merekomendasikan memulai usaha dengan cara meminjam uang ke bank.

Pinjaman dalam istilahnya di akuntansi adalah hutang/debt yang digunakan sebagai leverage/dayaungkit usaha kita. Contoh sederhananya seperti ini : dengan tambahan modal kerja, kita dapat meningkatkan omset usaha yang harusnya meningkatkan keuntungan kita setelah dipotong biaya bunga.

Untuk bisa melakukan pinjaman ke bank, teman-teman harus mempersiapkan hal-hal sebagai berikut :

1. Usaha Sebaiknya Sudah Berjalan Diatas 5 Tahun.

Kenapa harus diatas 5 tahun? Rata-rata bank sebagai institusi yang meminjamkan uang ke pelaku usaha tidak mau kehilangan dananya, apalagi dana tersebut milik orang atau pihak ketiga. Dengan sudah berjalan 5 tahun, harapan bank adalah usaha tersebut sudah melewati masa kritis, karna rata-rata usaha sudah melewati masa kritisnya dan butuh tambahan modal untuk berkembang. Jadi, bagi teman-teman yang baru memulai usaha, sabar dulu saja ya, jangan terburu-buru untuk meminjam dana.

2. Usaha Tersebut Sudah Punya Laporan Keuangan Internal Minimum 3 Tahun Terakhir

Bank mempunyai perhitungan tersendiri untuk memberikan pinjaman ke para pelaku usaha. Pastinya AO (Account Officer) dari pihak bank akan meminta laporan keuangan usaha. Semakin besar nilai pinjamannya biasanya ada syarat audit dari pihak eksternal.Laporan keuangan bisa digunakan untuk mengetahui berapa omset, biaya, dan keuntungan dari usahanya, hal ini digunakan oleh bank untuk menganalisa kemampuan bayar para peminjamnya.

3. Bandingkan Bank yang Satu Dengan yang Lain

Teman-teman pelaku usaha musti memperbandingkan terlebih dahulu tawaran dari tiap bank. Jika ini yang pertama, mulailah dari bank yang lebih kecil dahulu, karena semakin besar bank, dia juga mempunyai target penyaluran kredit. Di Bank-bank kecil pengurusan dibantu langsung oleh bagian AO (Account officernya). Perhatikan nilai bunga pinjaman, kemudahan tarik dan pengembalian, jangka waktu kredit beserta biaya-biaya yang timbul. Jadikan AO bank tersebut sebagai teman sehingga kita dapat belajar banyak dari mereka.

4. Jaminan

UKM pada umumnya tidak mempunyai jaminan untuk diagunkan ke bank. Bank sebenarnya tidak berharap untuk menyita jaminan tersebut apabila ada kredit macet, bank hanya ingin komitmen dari pemilik usaha dan niat tulus untuk mengembalikan pinjaman.

Jadi, apabila bisnis kita mulai berkembang, prioritaskan untuk membeli aset yang dapat diagunkan. Sehingga apabila membutuhkan saat butuh pinjaman ke bank, sudah ada jaminannya.

5. Pinjaman Hanya untuk Kegiatan Produktif

Pinjaman dari bank harusnya kita gunakan untuk kegiatan produktif seperti pengembangan bisnis atau menambah kapasitas produksi. Contohnya seperti pembelian mesin, kendaraan usaha, dll. Jangan gunakan untuk kebutuhan konsumtif, karena akan menjadi beban usaha kita. Pinjamlah sesuai kebutuhan kita, jangan terpancing untuk meminjam lebih besar dari kemampuan kita.

Sekian pembahasan topik mengenai pinjaman ke bank

SEDANG LAUNCHING AZIZAN VIEW- DEKAT GRAND DEPOK CITY, CILODONG, DEPOK.

DENGAN HARGA PERDANA. BERAPA? 400 JUTA AN.

DP BISA DIBAYAR 5 BULAN. IYA…. 5 BULAN. SUPAYA RINGAN, DAN ENGGA MENGGANGGU KEBUTUHAN LAIN.

HUBUNGI ADMIN RUMAHSUKASUKA.CO.ID SEKARANG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *