Berawal dari keluhkesah dari teman-teman yang memiliki gaji ‘pas-pasan’, dan beberapa profesi yang tidak bankable, artikel ini akan jadi gagasan kita. Bahkan sangat mungkin diwujudkan jika teman-teman yang berkeluh kesah tadi sudah jadi satu misi, dan ada investor yang mau membantu. Jadi Gimana gimana?

Sekarang, coba kita lihat dulu masalahnya ya:

– Bi checking lolos berlaku hanya untuk sebagian orang saja, tidak berlaku untuk semua profesi dan kalangan.

– Gaji pas pasan makin sulit punya rumah, karena baru Down Payment saja sudah gelontor uang puluhan juta, belum ini itu nya

– Profesi pengusaha yang jualan online, pedagang pasar, atau profesi lainya tidak bisa beli rumah via KPR. Ya begitulah prosedur..

– Dan bunga Bank yang tidak tentu, karena ketergantungan dengan BI rate. Okelah ini agak sistemik, kita harus patuh dengan pemerintah

Wel.. Jamann doeloe masih banyak perusahaan yang membuat koperasi untuk mewadahi pegawainya. Dan jadi anggota koperasi di perusahaan adalah suatu KEWAJIBAN. Memang ada unsur paksaan. Dari sini semua member koperasi dipotong gajinya untuk patungan setor ke kas koperasi.

Nah, Setelah terkumpul sekian nominalnya barulah perusahaan beli tanah sekian hektar berlokasi di kota satelit misalnya BoDeTaBek dan Banten. Dana ini sebenarnya milik semua anggota koperasi, hanya saja cara eksekusinya di koordinir oleh perusahaan.

Let say…. Kita bikin contoh ya….

Guru SD, SMP dan SMU dalam satu Kabupaten bikin koperasi, dan semua guru diharapkan jadi member koperasi. Mereka kan tidak semua butuh rumah, mungkin sudah ada yang dapat warisan dari orangtua atau dll. Nah, member koperasi yang butuh rumah tersebutlah yang akan diprioritaskan. Gimana caranya?

Misalnya, Member koperasi Guru yang butuh rumah jumlahnya 500 orang, nah tiap orang harus patungan ke koperasi dengan setor uang sejumlah 20 juta untuk belanja tanah, jangka waktu pelunasan selama 10 bulan misalnya.

Nah, di bulan ke 10 koperasi sudah punya 20 juta x 500 orang = 10 Milyar. Dana ini akan dicarikan tanah yang bisa menampung sejumlah 500 rumah atau lebih, perkiraan luas tanah nya 50 Hektar ++. Asumsi tiap orang dapat 100 meter. Tapi tanah 50 hektar nyarinya dimana? Kan jadi pertanyaan lagi nih. Iya memang… Tidak mudah nyari nya sekarang.

Setelah tanah sudah terbeli dengan uang 10 Milyar, kan masih butuh konstruksi 500 rumah nya. Nah, disinilah nantinya patungan lagi dengan setor uang ke koperasi sesuai dengan tipe rumah yang di atur. Misalnya tipe terkecil luas 30 meter (2 kamar, 1 dapur, 1 kamar mandi), dana yang disetor ditentukan 60 juta dibayar selama 3 tahun – 5 tahun (dicicil), jumlah yang akan terkumpul adalah 60 juta x 500 orang = 30 milyar. Dana yang sangat cukup untuk membangun rumah 500 unit tersebut. Kok cukup, kan bahan material sekarang serba naik, nah ini kon konsepnya saling membantu. Dengan membangun massal, dana 60 juta jadi cukup untuk bangun rumah luas 30 meter. Klo bangun hanya 2 rumah, budget @ rumah 60 juta tidak akan cukup pastinya.

jadi, perkiraan tiap member koperasi hanya patungan 20 juta + 60 juta = 80 juta (DIBAYAR SELAMA 6 TAHUN) bisa engga kira-kira lunas 6 tahun? (HARUSNYA SIH BISA,hehehe) untuk punya rumah dengan luas bangunan 30 meter dan luas tanah perkiraan 80 meter – 100 meter. Nah, masalahnya sekarang adalah… Lokasi nya dimana? (ini jawaban nya bisa panjang lebar tinggi).

Ditahun ke 6 nanti, harga rumah sudah diatas 100 juta, dan member koperasi tadi bisa punya rumah dengan setor uang yang tidak sampai 100 juta.

Ini bisa dan sangat bisa diterapkan, bahkan diduplikasi jika : (SARATNYA) member koperasi dengan jumlah tertentu sepakat, dan ada investor yang siap talangi untuk pembelian tanah (atau tanpa investor juga bisa, hanya saja nunggu waktu smpai terkumpul dana untuk beli tanahnya).

Well… temen-temen ini hanya gagasan kami, ini mudah-mudahan bisa jadi saran, masukan, bagi semua yang sudah punya koperasi atau ingin menerapkan cara tadi. Tentunya di perjalanan nanti akan ada banyak halang rintang dan kesulitan, tapi… ya kan itu-itu aja paling kendalanya. Sambil jalan, sistemnya sambil diperbaiki. PASTI BISA>>>> SETUJU?

WEL… JIKA TEMAN-TEMAN PUNYA SARAN, IDE, GAGASAN TENTANG TULISAN DIATAS, BOLEH BANGET TULIS KOMENTAR YA, ATAU SAMPAIKAN VIA EMAIL.

Pengunjung Juga Mencari:

usaha patungan belik rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *